Senin, 20 Oktober 2014

Sejarah Perkembangan Public Relations di Dunia

Sejarah Perkembangan Public Relations di Dunia

Public Relations adalah usaha yang di rencanakan secara terus menerus dengan sengaja untuk membangun dan mempertahankan hubungan timbal balik antar organisasi dan masyarakat dengan kata lain PR digunakan untuk menalin komunikasi. Proses Public Relations juga bisa di diskripsikan sebagai; Researchà Plannig àAction àEvaluation

Seperti itulah proses yang terjadi dalam perkembangan Public Relations di Dunia. Dalam sejarahnya PR merupakan teknik menguat dengan adanya aktivitas yang di pelopori oleh Ivy L.Lee pada tahun 1906 yang berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika dan karena itu juga beliau di juluki “The Father Of Public Relations”. Disamping Ivy L.Lee ternyata masih ada beberapa tokoh PR lainnya seperti;
1.      paul Garret
2.      T.J Ross
3.      Erik Johnson
4.      Arthur W Page
5.      Carl Byois
6.      Verne Bernett

Penemuan tulisan membuat metode persuasi berbeda/berubah. Opini Public mulai di pertimbangkan etika era mesir kuno. Kemudian disaat yang bersamaan Yunani kuno juga mulai melakukan olympiade untuk bertukar opini dan meningkatkan hubungan dengan masyarakat.
Dasar-dasar fungsi Humas di temukan saat Revolusi Amerika. Pada dasarnya maing-masing periode perkembangan memiliki perbedaan dalam strategi mempengaruhi public, menciptakan opini public demi perkembangan organisasinya. Meskipun begitu sebenarnya konsep public relations di Amerika sudah ada sejak tahun 1850 (Broom, 2000; 102). Public Relations sebenarnya merupakan landasan bagi masyarakat untuk saling memberi informasi, membujuk, dan mengintegrasikannya. Sejarah Public Relations di Dunia dibagi dalam beberapa periode, yaitu;

1.              PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 )
Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia. Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence”

2.              Periode tahun 1801 – 1865 ( PR as organized activity periode)
Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional. Periode ini disebut masa “PR of expansion” karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya.

3.              PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 )
Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran  (internal combustion engine). PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa “the public to be damned” periode (1811 – 1900).

4.              Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 )
Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara  dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles.

5.              The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang )
Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik
.
Disamping ini semua sejarah perkembangan Public relations bisa dilihat dari beberapa gambaran kronologi seperti berikut ini;

1.      Abad ke-19     : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri didasarkan pada perkembangan  Ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.      1865-1900       : Publik masih dianggap bodoh
3.      1900-1918       : Publik diberi informasi dan dilayani
4.      1918-1945       : Publik diberi pendidikan dan dihargai
5.      1925                : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
6.      1928                : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di fakultas sebagai mata kuliah wajib.  Disamping itu banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu.
7.      1945-1968     : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
8.      1968                : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.

Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1.      1968-1979       : Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu aspek saja
2.      1979-1990       : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam perubahan mental dan kualitas
3.      1990-sekarang :   
  a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan  pola perilaku secara nasioal/internasional.
 b. membangun kerjasama secara lokal, nasional,  internasional.
 c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informas.


 REFERENSI


http://arjaenim.blogspot.com/2013/02/makalah-sejarah-perkembangan-public.html
http://adeputriwibowo.blogspot.com/2011/12/sejarah-perkembangan-public-relation-di.html
http://alwayskantry009.wordpress.com/2008/10/18/sejarah-public-relation-di-indonesia/
http://bincangmedia.wordpress.com/tag/pr-di-indonesia/
http://hisyamhananto.wordpress.com/2010/03/07/sejarah-dan-perkembangan-public-relations/
http://klasikpenafatma.blogspot.com/2011/04/public-relations.html
http://kuliahonlinekomunikasi.blogspot.com/2011/10/sejarah-perkembangan-public-relations.html
http://pr.marketing.co.id/2011/11/21/sejarah-dan-perkembangan-public-relations-di-dunia/
http://www.scribd.com/doc/13349678/SEJARAH-PERKEMBANGAN-PUBLIC-RELATION-DI-INDONESIA
http://wine-homework.blogspot.com/2010/03/sejarah-perkembangan-public-relation.html

Learning group

Kelompok Belajar
(Learning group)


Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam bukunya Human Communiation, A Revisian of Approaching Speech/Comumunication, memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota kelompok dapat menumbuhkan karateristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi.

Kelompok belajar bukan hanya tertuju pada lembaga pendidikan atau pun sekolah kelompok belajar adalah tipe kelompok yang memberikan ilmu dan pengetahuan. Tujuan kelompok belajar yaitu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para anggotanya.




Contoh kelompok belajar
Komunitas pencinta modifikasi motor

Kelompok ini bergerak di bidang memodifikasi motor kelompok ini memberikan pengetahuan kepada para anggotanya bagaimana cara memodifikasi motor dengan baik untuk mengikuti kejuaraan modifikasi motor yang ada.

Mengapa komunitas pencinta modifikasi motor masuk dalam kelompok belajar ?

            Pembelajaran merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Belajar bukan hanya di dapat di sekolah kelompok belajar juga di dapat di sebuah organisasi

Seperti yang kita ketahui tujuan dari kelompok belajar yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada anggotanya. Komunitas pencinta modifikasi motor juga memberikan pembelajaran kepada anggotanya contohnya bagaimana mereka mengajarkan para anggotanya untuk memodifikasi motor dan mereka dapat bertukar informasi dua arah artinya setiap anggota kelompok belajar adalah contributor atau penyumbang dan penerima pengetahuan. 

Oleh sebab itu komunitas pencinta motor di sebut sebagai kelompok belajar

KESIMPULAN
Kelompok adalah suatu wadah untuk menuangkan inspirasi dan kreativitas, salah satu tipe kelompok yaitu kelompok belajar, banyak hal yang di dapat di dalam kelompok belajar salah satunya meningkatkan pengetahuan serta dapat berbagi informasi dengan anggota kelompok lainya.

Kamis, 16 Oktober 2014

GENDER



GENDER

Gender adalah suatu konsep kultural yang merujuk pada karakteristik yang membedakan antara laki-laki dan perempuan , ketika kita berbicara tentang gender maka kita akan berbicara tentang nilai. Nilai yang di dapat oleh  laki-laki dan perempuan. Nilai itu berada di dalam masyarakat di karenakan seseorang di nilai oleh orang lain .

Laki-laki maupun perempuan memiliki peran-peran tersendiri seperti ketika sedang memperbaiki genteng tidak mungkin seorang perempuan naik ke atas untuk memperbaiki genteng sudah pasti yang lebih pantas ialah laki-laki sebaliknya juga tidak pantas seorang laki-laki mencuci pakaian karena itu lebih pantas di kerjakan oleh perempuan .

Peran gender di kenal oleh masyarakat dan peran gender di setujui oleh masyarakat. Contohnya laki-laki tidak boleh menangis karena laki-laki itu harus kuat, perempuan tidak boleh memanjat pohon di karenakan perempuan di kenal sebagai mahluk yang lemah. Artinya peran gender itu di paksakan oleh masyarakat.

Ada 2 cara pemaksaan di dalam masyarakat:
1.      Strepid Gender
Contohnya seperti yang di atas tadi perempuan nangis di anggap biasa tetapi laki-laki nangis malah di anggap sesuatu yang aneh.
2.      Deskripsi tentang laki-laki dan  perempuan yang ideal
Contohnya perempuan yang tegap dan berotot tidak di kategorikan sebagai perempuan yang ideal dan laki-laki yang kemayu tidak dapat di kategorikan sebagai laki-laki yang ideal, dalam masyarakat ada yang di kenal sebagai laki-laki yang ideal ataupun perempuan yang ideal.
Pemaksaan berlaku dari bahasa, bahasa dapat mendiskriminasikan laki-laki dan perempuan. contohnya laki–laki melajang di anggap biasa, tetapi perempuan melajang di bilang gak laki bahkan ada sebutan lain “Perawan tua
Gender di konstruksi secara sosial, di dalam ilmu komunikasi teori peran gender dapat di gunakan untuk menjelaskan dan di prediksidan dan dapat  mengevaluasi prilaku yang sama. Contohnya ketika seorang perempuan menyukai artis asal koreo maka perempuan itu akan berprilaku yang sama dengan idolanya .

Ada seorang peneliti yang bernama Margareth (1930) , dia membuat penelitian mengenai masyarakat primitive, dia meneliti di tiga daerah atau kelompok .

1.      The Arapash, di sana laki-laki dan perempuan itu mengayomi dan dapat bekerja sama artinya peran gender tidak terlalu terlihat di sana.
2.      Mundugumor, laki-laki atau pun perempuan memiliki sikap yang agresif dan kejam di karenakan mereka harus berjuang untuk hidup melalui peperangan.
3.      Tcambuli, keduanya memiliki rasa kasih saying dengan orang lain.

Gender berpengaruh terhadap sebuah profesi misalnya, seorang perempuan pantas bekerja sebagai asisten rumah tangga atau sekretaris di perusahaan dan pekerjaan lainya yang pantas buat perempuan sedangkan laki-laki pantas di tempatkan untuk pekerjaan yang berat dan terkadang memerlukan otot, tidak mungkin seorang perempuan bekerja sebagai supir angkot, pasti di dalam masyarakat itu hal yang aneh .

KESIMPULAN
Setiap individu di kenal sebagai laki-laki atau perempuan dan perbedaan gender tidak di tentukan secara teoritis, tetapi di konstruksi secara sosial dan masyarakat memiliki kebutuhanya masing-masing. Tidak masalah laki-laki dan perempuan mau bekerja apapun tetapi harus di dalam koordinat yang tepat.




Rabu, 01 Oktober 2014


Identitas diri (self-identity)

Menurut Stuart dan Sundeen, 1991, Identitas diri adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Menurut Rawlins et al 1993, Identitas diri adalah komponen dari konsep diri yang memungkinkan individu untuk memelihara pendirian yang konsisten dan karenanya  memungkinkan seseorang untuk menempati posisi yang stabil di lingkungannya.

Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya. Kemandirian timbul dari perasaan berharga, kemampuan dan penguasaan diri.

Seseorang yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya (Keliat, 1992). Salah satu dasar persepsi seseorang terhadap kecukupan peran yang diterimanya adalah ego yang menyertai peran, berkembang sesuai dengan harga diri. Harga diri yang tinggi adalah hasil dari pemenuhan kebutuhan peran dan sejalan dengan ideal diri seseorang (Stuart dan Laraia, 2005).

Faktor yang membentuk indentitas diri.

1.      Nature (alami)
Ketika seorang anak lahir dia sudah memiliki identitas diri yaitu laki-laki atau pun perempuan.
2.      Culture (budaya)
Budaya memiliki pengaruh besar dalam perkembangan identitas, . Perbedaan budaya yang terdapat dalam lingkungan individu akan mempengaruhi bagaimana individu memandang peran-peran yang mereka miliki dalam lingkungan masyarakat.
Contohnya ketika si A pindah dari kota Yogyakarta ke kota medan , di kota Yogyakarta si A gaya berbicaranya  halus , lemah lembut karna karakteristik orang yogya memang seperti itu , tetapi ketika si A pindah ke Medan otomatis perlahan tapi pasti gaya berbicara si A sudah pasti berubah karna orang medan terkenal dengan gaya berbicara yang keras dan agak sedikit kasar.

Jenis-Jenis Identitas diri.

1.      Legitimizing Identity (sah dimata hukum)
Ketika seseorang ingin merubah identitas diri, pasti dia ingin mendapatkan pengakuan di masyarakat bahkan Negara .
Contohnya mungkin seperti pergantian Gender, kita semua pasti mengenal sosok Dorce Gamalama dia adalah penggiat didunia hiburan, Dorce terlahir sebagai seorang pria yang bernama  Dedi Yuliardi Ashadi. Karena semakin merasa terperangkap dalam tubuh seorang laki-laki, ia kemudian memutuskan untuk mengganti kelamin menjadi seorang wanita. Hal ini dilakukannya di Surabaya Dan ada juga Nadia Ilmira Sebelum namanya berganti menjadi Dea, ia adalah seorang pria yang bernama Agus Widoyo, warga Batang. Namun pada 2005, Dea memutuskan untuk melakukan operasi ganti kelamin di RSU Dr Soetomo, Surabaya. Selanjutnya pada 2009, dia mengurus legalitas pergantian jenis kelaminnya ke Pengadilan Negeri Batang dan akhirnya berdasarkan keputusan pengadilan, Dea resmi menjadi perempuan.

2.      Resistance (Perlawanan)
Mungkin hanya ada beberapa orang yang bisa mendapatkan Legetimizing , tetapi ketika seseorang tidak bisa mendapatkannya pasti orang tersebut akan tetap berusaha menjadi diri yang dia inginkan walaupun itu tidak disukai oleh masyarakat , hal ini biasanya terjadi di daerah daerah yang taat beribadah, seperti di lingkungan pesantren di sana tidak diterima adanya waria atau sejenisnya.

3.      Project (penerimaan di masyarakat)
Jenis ini membolehkan perubahan identitas diri di masyarakat . sepertia waria , waria sudah bisa diterima di kebanyakan kota besar dan waria menurut mereka tidak terlalu menggangu , karna biasanya di kota-kota besar masyarakatnya lebih mementingkan urusan sendiri dan tidak mau mengusik urusan orang lain.   

           
KESIMPULAN
identitas diri adalah ciri-ciri atau kedaan seseorang yang berbeda dengan orang lain identitas diri merupakan hal yang mutlak ada dalam kehidupan manusia. Setiap orang memiliki identitas diri, dan hal itu tidak bisa disamakan dengan orang lain. Identitas bisa dikatakan sebagai pembeda seseorang dengan yang lainnya dan perubahan identitas diri dapat terjadi oleh beberapa factor seperti alami atau pun culture.

SARAN
Pembentukan identitas dapat terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Peran orang tua pentinag bagi pembentukan identitas diri dan Orang tua harus mengawasi perubahan yang terjadi pada anaknya.




Referensi