Kamis, 16 Oktober 2014

GENDER



GENDER

Gender adalah suatu konsep kultural yang merujuk pada karakteristik yang membedakan antara laki-laki dan perempuan , ketika kita berbicara tentang gender maka kita akan berbicara tentang nilai. Nilai yang di dapat oleh  laki-laki dan perempuan. Nilai itu berada di dalam masyarakat di karenakan seseorang di nilai oleh orang lain .

Laki-laki maupun perempuan memiliki peran-peran tersendiri seperti ketika sedang memperbaiki genteng tidak mungkin seorang perempuan naik ke atas untuk memperbaiki genteng sudah pasti yang lebih pantas ialah laki-laki sebaliknya juga tidak pantas seorang laki-laki mencuci pakaian karena itu lebih pantas di kerjakan oleh perempuan .

Peran gender di kenal oleh masyarakat dan peran gender di setujui oleh masyarakat. Contohnya laki-laki tidak boleh menangis karena laki-laki itu harus kuat, perempuan tidak boleh memanjat pohon di karenakan perempuan di kenal sebagai mahluk yang lemah. Artinya peran gender itu di paksakan oleh masyarakat.

Ada 2 cara pemaksaan di dalam masyarakat:
1.      Strepid Gender
Contohnya seperti yang di atas tadi perempuan nangis di anggap biasa tetapi laki-laki nangis malah di anggap sesuatu yang aneh.
2.      Deskripsi tentang laki-laki dan  perempuan yang ideal
Contohnya perempuan yang tegap dan berotot tidak di kategorikan sebagai perempuan yang ideal dan laki-laki yang kemayu tidak dapat di kategorikan sebagai laki-laki yang ideal, dalam masyarakat ada yang di kenal sebagai laki-laki yang ideal ataupun perempuan yang ideal.
Pemaksaan berlaku dari bahasa, bahasa dapat mendiskriminasikan laki-laki dan perempuan. contohnya laki–laki melajang di anggap biasa, tetapi perempuan melajang di bilang gak laki bahkan ada sebutan lain “Perawan tua
Gender di konstruksi secara sosial, di dalam ilmu komunikasi teori peran gender dapat di gunakan untuk menjelaskan dan di prediksidan dan dapat  mengevaluasi prilaku yang sama. Contohnya ketika seorang perempuan menyukai artis asal koreo maka perempuan itu akan berprilaku yang sama dengan idolanya .

Ada seorang peneliti yang bernama Margareth (1930) , dia membuat penelitian mengenai masyarakat primitive, dia meneliti di tiga daerah atau kelompok .

1.      The Arapash, di sana laki-laki dan perempuan itu mengayomi dan dapat bekerja sama artinya peran gender tidak terlalu terlihat di sana.
2.      Mundugumor, laki-laki atau pun perempuan memiliki sikap yang agresif dan kejam di karenakan mereka harus berjuang untuk hidup melalui peperangan.
3.      Tcambuli, keduanya memiliki rasa kasih saying dengan orang lain.

Gender berpengaruh terhadap sebuah profesi misalnya, seorang perempuan pantas bekerja sebagai asisten rumah tangga atau sekretaris di perusahaan dan pekerjaan lainya yang pantas buat perempuan sedangkan laki-laki pantas di tempatkan untuk pekerjaan yang berat dan terkadang memerlukan otot, tidak mungkin seorang perempuan bekerja sebagai supir angkot, pasti di dalam masyarakat itu hal yang aneh .

KESIMPULAN
Setiap individu di kenal sebagai laki-laki atau perempuan dan perbedaan gender tidak di tentukan secara teoritis, tetapi di konstruksi secara sosial dan masyarakat memiliki kebutuhanya masing-masing. Tidak masalah laki-laki dan perempuan mau bekerja apapun tetapi harus di dalam koordinat yang tepat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar