GENDER
Gender
adalah suatu konsep kultural yang merujuk pada karakteristik yang membedakan
antara laki-laki dan perempuan , ketika kita berbicara tentang gender maka kita
akan berbicara tentang nilai. Nilai yang di dapat oleh laki-laki dan perempuan. Nilai itu berada di
dalam masyarakat di karenakan seseorang di nilai oleh orang lain .
Laki-laki
maupun perempuan memiliki peran-peran tersendiri seperti ketika sedang
memperbaiki genteng tidak mungkin seorang perempuan naik ke atas untuk
memperbaiki genteng sudah pasti yang lebih pantas ialah laki-laki sebaliknya
juga tidak pantas seorang laki-laki mencuci pakaian karena itu lebih pantas di
kerjakan oleh perempuan .
Peran
gender di kenal oleh masyarakat dan peran gender di setujui oleh masyarakat.
Contohnya laki-laki tidak boleh menangis karena laki-laki itu harus kuat,
perempuan tidak boleh memanjat pohon di karenakan perempuan di kenal sebagai
mahluk yang lemah. Artinya peran gender itu di paksakan oleh masyarakat.
Ada 2 cara pemaksaan di dalam
masyarakat:
1. Strepid
Gender
Contohnya
seperti yang di atas tadi perempuan nangis di anggap biasa tetapi laki-laki
nangis malah di anggap sesuatu yang aneh.
2. Deskripsi
tentang laki-laki dan perempuan yang
ideal
Contohnya
perempuan yang tegap dan berotot tidak di kategorikan sebagai perempuan yang
ideal dan laki-laki yang kemayu tidak dapat di kategorikan sebagai laki-laki
yang ideal, dalam masyarakat ada yang di kenal sebagai laki-laki yang ideal
ataupun perempuan yang ideal.
Pemaksaan
berlaku dari bahasa, bahasa dapat mendiskriminasikan laki-laki dan perempuan.
contohnya laki–laki melajang di anggap biasa, tetapi perempuan melajang di
bilang gak laki bahkan ada sebutan lain “Perawan
tua”
Gender
di konstruksi secara sosial, di dalam ilmu komunikasi teori peran gender dapat
di gunakan untuk menjelaskan dan di prediksidan dan dapat mengevaluasi prilaku yang sama. Contohnya
ketika seorang perempuan menyukai artis asal koreo maka perempuan itu akan berprilaku
yang sama dengan idolanya .
Ada
seorang peneliti yang bernama Margareth (1930) , dia membuat penelitian
mengenai masyarakat primitive, dia meneliti di tiga daerah atau kelompok .
1. The
Arapash, di sana laki-laki dan perempuan itu mengayomi dan dapat bekerja sama
artinya peran gender tidak terlalu terlihat di sana.
2. Mundugumor,
laki-laki atau pun perempuan memiliki sikap yang agresif dan kejam di karenakan
mereka harus berjuang untuk hidup melalui peperangan.
3. Tcambuli,
keduanya memiliki rasa kasih saying dengan orang lain.
Gender berpengaruh terhadap sebuah profesi
misalnya, seorang perempuan pantas bekerja sebagai asisten rumah tangga atau
sekretaris di perusahaan dan pekerjaan lainya yang pantas buat perempuan
sedangkan laki-laki pantas di tempatkan untuk pekerjaan yang berat dan
terkadang memerlukan otot, tidak mungkin seorang perempuan bekerja sebagai
supir angkot, pasti di dalam masyarakat itu hal yang aneh .
KESIMPULAN
Setiap
individu di kenal sebagai laki-laki atau perempuan dan perbedaan gender tidak
di tentukan secara teoritis, tetapi di konstruksi secara sosial dan masyarakat
memiliki kebutuhanya masing-masing. Tidak masalah laki-laki dan perempuan mau
bekerja apapun tetapi harus di dalam koordinat yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar