Rabu, 01 Oktober 2014


Identitas diri (self-identity)

Menurut Stuart dan Sundeen, 1991, Identitas diri adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Menurut Rawlins et al 1993, Identitas diri adalah komponen dari konsep diri yang memungkinkan individu untuk memelihara pendirian yang konsisten dan karenanya  memungkinkan seseorang untuk menempati posisi yang stabil di lingkungannya.

Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya. Kemandirian timbul dari perasaan berharga, kemampuan dan penguasaan diri.

Seseorang yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya (Keliat, 1992). Salah satu dasar persepsi seseorang terhadap kecukupan peran yang diterimanya adalah ego yang menyertai peran, berkembang sesuai dengan harga diri. Harga diri yang tinggi adalah hasil dari pemenuhan kebutuhan peran dan sejalan dengan ideal diri seseorang (Stuart dan Laraia, 2005).

Faktor yang membentuk indentitas diri.

1.      Nature (alami)
Ketika seorang anak lahir dia sudah memiliki identitas diri yaitu laki-laki atau pun perempuan.
2.      Culture (budaya)
Budaya memiliki pengaruh besar dalam perkembangan identitas, . Perbedaan budaya yang terdapat dalam lingkungan individu akan mempengaruhi bagaimana individu memandang peran-peran yang mereka miliki dalam lingkungan masyarakat.
Contohnya ketika si A pindah dari kota Yogyakarta ke kota medan , di kota Yogyakarta si A gaya berbicaranya  halus , lemah lembut karna karakteristik orang yogya memang seperti itu , tetapi ketika si A pindah ke Medan otomatis perlahan tapi pasti gaya berbicara si A sudah pasti berubah karna orang medan terkenal dengan gaya berbicara yang keras dan agak sedikit kasar.

Jenis-Jenis Identitas diri.

1.      Legitimizing Identity (sah dimata hukum)
Ketika seseorang ingin merubah identitas diri, pasti dia ingin mendapatkan pengakuan di masyarakat bahkan Negara .
Contohnya mungkin seperti pergantian Gender, kita semua pasti mengenal sosok Dorce Gamalama dia adalah penggiat didunia hiburan, Dorce terlahir sebagai seorang pria yang bernama  Dedi Yuliardi Ashadi. Karena semakin merasa terperangkap dalam tubuh seorang laki-laki, ia kemudian memutuskan untuk mengganti kelamin menjadi seorang wanita. Hal ini dilakukannya di Surabaya Dan ada juga Nadia Ilmira Sebelum namanya berganti menjadi Dea, ia adalah seorang pria yang bernama Agus Widoyo, warga Batang. Namun pada 2005, Dea memutuskan untuk melakukan operasi ganti kelamin di RSU Dr Soetomo, Surabaya. Selanjutnya pada 2009, dia mengurus legalitas pergantian jenis kelaminnya ke Pengadilan Negeri Batang dan akhirnya berdasarkan keputusan pengadilan, Dea resmi menjadi perempuan.

2.      Resistance (Perlawanan)
Mungkin hanya ada beberapa orang yang bisa mendapatkan Legetimizing , tetapi ketika seseorang tidak bisa mendapatkannya pasti orang tersebut akan tetap berusaha menjadi diri yang dia inginkan walaupun itu tidak disukai oleh masyarakat , hal ini biasanya terjadi di daerah daerah yang taat beribadah, seperti di lingkungan pesantren di sana tidak diterima adanya waria atau sejenisnya.

3.      Project (penerimaan di masyarakat)
Jenis ini membolehkan perubahan identitas diri di masyarakat . sepertia waria , waria sudah bisa diterima di kebanyakan kota besar dan waria menurut mereka tidak terlalu menggangu , karna biasanya di kota-kota besar masyarakatnya lebih mementingkan urusan sendiri dan tidak mau mengusik urusan orang lain.   

           
KESIMPULAN
identitas diri adalah ciri-ciri atau kedaan seseorang yang berbeda dengan orang lain identitas diri merupakan hal yang mutlak ada dalam kehidupan manusia. Setiap orang memiliki identitas diri, dan hal itu tidak bisa disamakan dengan orang lain. Identitas bisa dikatakan sebagai pembeda seseorang dengan yang lainnya dan perubahan identitas diri dapat terjadi oleh beberapa factor seperti alami atau pun culture.

SARAN
Pembentukan identitas dapat terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Peran orang tua pentinag bagi pembentukan identitas diri dan Orang tua harus mengawasi perubahan yang terjadi pada anaknya.




Referensi

1 komentar:

  1. Ini adalah Postingan pertama saya , apabila ada kesalahan di dalam penulisan ini harap di maklumi dan Krtitik serta saran dari kawan-kawan dapat membuat postingan saya lebih baik dan lebih sempurna nantinya ..


    Terima Kasih

    BalasHapus